Jumat, 18 April 2008

Konflik Intern Pribadi

KONFLIK INTERN PRIBADI


Oleh : Sarli Amri TP


Ketika kita dihadapi dengan permasalahan konflik pribadi, maka hal pertama yang terbesit dalam hati adalah rasa ketidak nyamanan/ ketenteraman dalam hati mulai tidak enak.

Mereka fikir kehidupan remaja “fun-fun” saja, karena dianggap kegiatannya Cuma sekolah dan main. Padahal, tantangan yang dihadapi remaja juga tidak kalah berat. Selai harus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perubahan fisik, remaja juga harus berhadapan dengan berbagai masalah disekolah atau dikampus, terutama tes dan ujian. Belum lagi maslah dengan orang tua, apalagi tekanan teman sebaya. Semua ini membuat remaja kadang mengalami tekanan atau stress melebihi yang dialami dewasa.

Konflik apapun yang kita alami, jangan pernah mengatasi konflik dengan cara yang tidak sehat, karena pada akhirnya nanti akan menambah konlfik dalam diri. Ingat jangan pernah membenci orang lain dan berilah maaf kepada orang tersebut.

Kalau sedang merasakan bahwa tidak lagi bisa menagani konflik yang dialami, ada baiknya mintalah bantuan. Bicara dengan teman, orang tua, Guru BP atau psikolog yang bisa membantu melihat permasalahan dari persfektif yang berbeda. Atau, kalau curhat saja tidak cukup, paling tidak mereka akan dapat membantumu mencari pertolongan yang tepat. Tapi ingat, Allah tempat pertama kita mengadu atas segala persoalan.

Yang perlu diingat untuk menyelesaikan konflik ada beberapa cara yang insya Allah dapat menyelesaiakan konflik hingga tuntas:

  1. Dengan sabar, kita akan mampu menyelesaikan masalah dengan tenang.

  2. Mengendlikan diri, jangan sampai terbawa emosi dan mengedepankan ego, seberat apapun konlfik hadapilah dengan lapang dada.

  3. Jangan berburuk sangka kepada Allah dan orang lain. Justru sebaliknya, kita akan berbaik sangka kepada Allah dan orang lain.


Sarli Amri Teguh Pribadi (106011000172)

Semester IV E PAI UIN Jakarta

Tidak ada komentar: